Showing posts with label sensibility. Show all posts
Showing posts with label sensibility. Show all posts

Tuesday, January 31, 2012

Haruskah semuanya diukur dengan materi?


Tulisan ini berangkat dari elaborasi beberapa kejadian, tontonan, bacaan, dan tentu materi kuliah yang setiap hari seperti tidak sangaja mendoktrin cara berpikir. Haruskah semuanya diukur berdasarkan materi yang dimiliki?

Dimulai dari kemiskinan. Beberapa hari kata ini selalu berkutat di kepala. sebenarnya apakah definisi kemiskinan? Rasanya tidak ada seorang pun atau suatu organisasi pun yang berhak mendefinisikan kemiskinan. Orang ekonomi boleh mendefinisikan kemiskinan dengan indikator penghasilan yang kurang dari sekian rupiah, atau dilihat dari IPM-nya, tapi adilkah itu? haruskah semuanya diukur berdasarkan materi? ketika penghasilan seseorang kurang dari standar2 itu tapi ia tidak pernah merasa dirinya miskin, lantas adilkan ia disebut sebagai ‘orang miskin’? kadang kita  terlalu egois dan ‘sok tahu’ menghakimi hidup seseorang. Jangan2 realitas yang ada selama ini hanya subjektivitas kolektif yang disepakati bersama.
“realitas yang kita pahami adalah realitas subjektif, suatu peta dari wilayah realitas objektif. Saya bukanlah saya apa adanya, melainkan saya adalah apa yang saya percayai. Dunia tidak lain adalah subjektifitas yang disepakati; dunia adalah persepsi kita yang juga dialami orang lain. Seandainya semua manusia diciptakan buta, tentu semua sepakat bahwa dunia adalah gelap gulita. Tidak ada realitas sebelum realitas itu dipersepsi. Kata John Wheeler, ‘alam semesta ini adalah alam semesta partisipatif’. Oleh karena itu, kita perlu segera mengenali lebih baik tentang subjektivitas agar kita tidak terjebak dalam perangkap subjektivitas. Dengan memahami hakikat subjektivitas, kita dapat lebih tepat dan bijak dalam menempatkan kata objektivitas.” (Thoha Faz, 2007)

Masyarakat adat khususnya, seperti masyarakat Badui di Banten atau masyarakat Kampung Naga di Tasik, jika dilihat dari kacamata ‘orang kota’ (entahlah, saya lebih suka menyebut orang2 yang KATANYA modern dengan sebutan ‘orang kota’) pasti mereka tergolong miskin. Tapi adilkah dengan penghakiman seperti itu ketika mereka sendiri tidak pernah merasa diri mereka miskin? Seperti masyarakat Kampung Naga yang menolak listrik masuk ke desanya dengan alasan “kalo listrik masuk, nanti bakal ada kecemburuan sosial, yang kaya bisa aja beli tv, dvd, dan segala macem alat elektronik, padahal belum tentu semuanya bisa”. How wise they are..  pemikiran inikah yang disebut pemikiran miskin, kolot, tradisional, tidak rasional? Menurut saya inilah pemikiran yang lebih modern bahkan dari pemikiran modern yang ada. Kenapa? Karena menurut saya tidak segala hal bisa diukur dengan materi. Idealis kah? Memang.

Coba lihat, betapa kapitalisnya kita sekarang? Ya, kita,, karena saya sendiri sebenarnya masih blur dengan segala elaborasi ini. Kearifan lokal yang sering didengungkan ketika kuliah, toh sepertinya tidak dapat terus berdiri tegak ketika arus modernisasi, industrialisasi, sistem kapitalis serta segala bentuk sistem yang diadaptasi dari dunia barat datang menggempurnya dari segala arah. Tetap masyarakat yang harus berkorban atau mungkin lebih tepatnya dikorbankan dari segala sistem yang dibuat oleh elite.

Mencoba memahami pemikiran pemerintah, ya..entah pemikiran sebelah mana dan pemerintah bagian  mana, tapi mungkin mereka menerapkan kebijkan karena dikejar dateline dari pemerintah pusat. Kenapa? Karena hal ini baru saja terjadi dengan saya. Oh, mungkin lebih tepatnya kita, masyarakat KPM. Dua tahun menelan, mencerna dan coba memahami setiap ilmu yang diberikan, teori-teori yang menurut saya perlahan merubah pola pikir dan cara pandang tentang masyarakat dan dunia sosial, tidak sengaja terdoktrin, namun harus tergadaikan dalam waktu satu minggu demi sebuah kewajiban atas nama mata kuliah Kuliah Kerja Profesi. Ya, proposal KKP. Selama ini diajarkan untuk mengenal dan memahami masyarakat terlebih dahulu serta mengidentifikasi dari sisi masyarakat mengenai kebutuhan yang sebenarnya mereka rasakan sebelum menentukan kebijakan atau program pemberdayaan yang akan dilakukan. tapi nyatanya, teori hanyalah jadi teori ketika semuanya harus berbenturan dengan ‘dateline pengumpulan proposal’. Idealisme seperti tergadaikan, padahal masih jadi mahasiswa. Bagaimana nanti ketika sudah memasuki dunia kerja? Terlalu blur untuk mengatakan bahwa idealisme ini akan tetap terjaga. Begitukah? 

Kembali ke ‘haruskah semua diukur dengan materi?’ Islam sendiri mengajarkan bahwa kekayaan hati jauh lebih penting dibandingkan kekayaan materi. Orang yang kaya hati, walau hidup dengan meteri yang kurang tetap akan merasa dirinya kaya. Sebaliknya..orang yang miskin hati, mau sekaya apapaun dia, tetap saja merasa kurang. Seperti para koruptor terhormat itu, korupsi dengan jabatan yang KATANYA terhormat, pasti mereka orang yang miskin hati!

Tuesday, November 29, 2011

Gue cewek, terus???


Uhh!! jadi cewek tu ribet ya?!!
ga boleh ini ga boleh itu!!
aktif dikit dibilang pecicilan!!
manjat pohon dibilang tomboy!!
pengen naik menara dibilang aneh!ditanyain sana sini! dalam rangka apa?-lah, kenapa?-lah, emang kuat?-lah, besinya udah rapuh-lah. ga boleh tanpa alesan logic-lah. hmmhhh...
belum lagi harus ribet2an sama alat2 kosmetik yang seabreg2!! ga pake dibilang aneh “masa cewek ga pake bedak?dandan dikit donk!!” rrrggghhhh!!so what!
waduh,,harus pake jilbab juga!
peniti sana peniti sini!
harus terus stay tune biar jilbabnya tetep dlm keadaan ‘normal’ ga kaya abis kena angin topan!
hmm...masih harus diulurin sampe dada lagi!!
kan panas...gerah..apalagi udah krisis global gini!klo siang panasnya parrraaahhhh!!
eh,,konon katanya aurat cewek itu seluruh badan kecuali telapak tangan n muka!
nah lho!!berati telapak kaki juga donk???
uda gitu bajunya juga ga boleh ngebentuk badan, ga boleh ngetat, ahh....ga modis donk??! ga keren donk??!! nti klo di bilang jadul gimana??!!
ribet ribet ribet!!!

Nah!!tenang.. itu intro aja, pasti masih banyak keluhan2 lain yang klo dijabarin satu2 pasti ga selesai2 ni tulisan. Keluhan2 diatas cuma sebagian kecil (tapi umum) yang biasanya dikeluhin sama para cewek a.k.a perempuan, termasuk gw (beberapa keluhan diatas emang pernah gw rasain, beberapa lho ya, ga semua) dari jaman ke jaman. Tapi bentar deh, coba liat, dibalik keluhan2 itu ada sebuah maksud, keistimewaan dan penjagaan yang maha dahsyat dari Yang Maha Dahsyat.

Bentar, mau ngejelasin dikit, lagi-lagi tulisan ini sebenernya menyikapi beberapa hal yang rasanya belum bisa gw usahakan dengan perbuatan, mungkin lewat tulisan, semoga bisa bermanfaat. Ehia, gw juga belum bener2 bgt, masih terlalu byk yg harus dibenahin, tp ini hanya sebentuk ekspresi cinta atas nama saudari se-Iman. mari sama-sama menyikapinya dengan dewasa.

Hmm...gw mulai dari mana ya..
mungkin (emang iya sebenernya) banyak yang berpikir panjang buat mutusin pake jilbab. atau...banyak yang masih setengah hati pake jilbab a.k.a masih bongkar pasang klo kata temen gw. 
tidak ada yang salah dengan pemikiran itu sebenernya karena gw juga pernah ngejalanin proses itu. butuh 5 taun buat ngumpulin tekad n ngeyakinin diri gw untuk pake jilbab. jadi...bersyukurlah buat temen2 yang cuma butuh beberapa bulan buat change your mind. Dulu mikirnya gini “ah, gw belum siap pake jilbab, sikap gw masih begini, nanti malah ngejelek-in jilbab lagi!!. Mungkin ada beberapa temen yg mikir kaya gw juga.

tapi saudariku..yakinlah..ketika niat itu benar datang dari hati, “bukan engkau yang akan menjaga jilbabmu..tapi jilbablah yang akan menjagamu..”

Trus klo udah berjilbab, kenapa harus diulurkan sampai dada?
Sang Maha Dahsyat mengingatkan kita lewat surat cintanya:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (Terjemahan QS. An Nur:31)

Maaf, gw bukan ahli tafsir, sangat ga berani sekali menafsirkan ayat diatas, tapi rasanya cukup eksplisit bahwa Allah menyeru kita untuk mengulurkan jilbab sampai ke dada. Gw yakin pada dasarnya kita paham kenapa harus sampai dada?!jadi ga usah gw jabarin panjang lebar y?!
*Tanyakan pada hati dan jujurlah, engkau pasti tahu jawabannya..

Nah, kan uda bejilbab, ngulurin sampe dada, trus skr kenapa ga boleh ngetat n ngbentuk badan bajunya?
ya!!karena konon kabarnya wanita adalah maha karya terindah Sang Pencipta (wah,,gw juga ga tau deu darimana ni kata2 berasal, agak lebay ya?). Eniway,,maha karya dibelahan dunia manapun pasti dijaga dengan penjagaan super oleh pemiliknya. Kaya lukisan Monalisa yang dijaga ampun2an, berlian di pameran yang ditaro di dalem kotak kaca tebel, anti peluru, sensor infrared dipasang dimana2, kode rahasia buat buka tu kotak, belum lagi kode buat buka ruangan (paling ga, ini c yang pernah gw tonton di film), begh...seabreg aje gile penjagaannya. Kenapa? Karena sang pemilik begitu sayang sama barang miliknya. Begitu-pun dengan Allah SWT. Dia tidak hanya menciptakan perempuan, tapi juga memberikan penjagaan, ya dengan jilbab nyar’i (sesuai syar’i) itu. kenapa? Karena Allah SWT sayang sama kita.

Selain itu, jlibab juga merupakan identitas kita sebagai seorang Muslim.

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Terjemahan QS. Al Ahzab:59).

tuh kan.. let’s shows that we proud to be Muslimah!!

Perintah Allah SWT adalah arahan hidup menuju kehidupan abadi (akhirat), hanya akan menjadi beban ketika kita belum memaknai perintah-perintah Nya dengan hati.
Islam juga ga pernah ngekang kita ko.. kita ga dilarang buat berkespresi sepanjang itu masih nyar’i. pandangan ‘mengekang’ itu timbul karena pemikiran-pemikitan barat udah ngejajah otak-otak kita,,ceritanya biar segala2nya bisa ‘berkiblat’ ke barat.. dan ternyata itu berhasil agaknya! isu gender yang diangkat sekarang semakin mengarah pada feminism yang notabenenya berasal dari barat. hmm...harus pinter2 menelaah pemikiran-pemikiran orang barat nh. 

Kita mungkin dilahirkan lengkap secara genetic, namun sebagai diri sendiri kita sesungguhnya belum selesai (Titik Ba). Karena manusia dewasa akan terus belajar dan terus berproses menjadi ‘aku’ hingga akhir hayatnya (Harefa), sehingga ia dapat menjadi manusia holistik yaitu manusia yang menyadari betul hubungannya dengan Tuhan nya..

Berproses..mari manikmati satiap prosesnya

masih panjang bgt yg pengen dijabarin sebenernya. tapi baca tulisan  panjang2 juga ga enak deu agaknya. ehia, banyak rujukan yang bisa memperdalam pemahaman kita tentang perempuan dalam Islam, misalnya Fiqih Wanita..

*semoga bermanfaat





Refleksi


Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat, aku hanya ingin sedikit berbagi

Hari itu.. aku bertanya pada Rabb kita
“Rabb.. sebenarnya apa kerja mereka? Apa tugas mereka? Apa fungsi keberadaan mereka?”
Tidak berapa lama Dia menjawab
“Mi, sekarang Aku (benar-benar) masukkan kamu kedalamnya, ke ‘tempat’ yang kamu pertanyakan selama ini, agar kamu paham betul bagaimana kerja, tugas dan fungsi mereka”

Di lain waktu, ketika aku sudah masuk di dalamnya, aku berkata
“Rabb, sungguh aku merasa tidak pantas berada di dalamnya, ilmuku jauh dari standar ideal, pengalamanku tidak banyak seperti mereka”
Segera Allah kembali mejawabku dengan sabar
“Ami sayang, inilah proses itu, Aku menempatkan kamu disini sebagai proses pembelajaran, Aku ingin kamu memanfaatkan ‘tempat’ ini untuk meningkatkan segala aspek yang ingin kamu kejar”

Tidak lama setelah pertanyaan sebelumnya, tiba-tiba keraguanku muncul
“Rabbku..bisakah aku menjalankan amanah ini?”
Dia menjawabku dengan begitu damainya
“Ami...kamu tenang aja..ada banyak orang hebat disekitarmu, kamu akan sama-sama belajar dengan mereka agar diakhir nanti bukan cuma satu, dua atau tiga orang yang menjadi kupu-kupu, tapi semuanya, untuk selanjutnya terjun ke masyarakat”

Masih teringat di kepalaku, ketika semester dua dulu aku ‘berbagi’ dengan Nya
“Rabb.. aku mau jadi asisten mata kuliah ini, aku mau jadi asisten mata kuliah itu, aku pengen ngerasain jadi guru bimbel, aku pengen dapet beasiswa itu, aku pengen ini, aku pengen itu” (manusia emang banyak maunya)
Aku menunggu..semester 3 berlalu..empat..lima..hingga enam..masih belum juga Dia menjawab inginku
Tapi..ketika semester 7 datang.. perlahan tapi pasti Allah menjawab semua inginku sambil ‘berkata’
“Ami sayang...sekarang Aku kabulkan semua keinginanmu. Kenapa baru disemester 7? Karena aku ingin mengajarkanmu tentang indahnya menunggu jawaban Ku, tentang bahagianya memiliki hati yang pasrah pada Ku, tentang proses pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih ikhlas dan sabar. Lebih jauh, karena Aku tahu sesungguhnya kamu baru akan bisa menghadapi semua di semester 7 ini. tingkat 2 dan 3 adalah tingkat yang padat untukmu, kuliah dan amanah lain akan banyak menyita perhatianmu saat itu. Yakinlah hamba Ku, Aku memberikan yang kamu butuhkan sesuai kesanggupanmu, bukan keinginan yang kadang kau sendiri tidak yakin bisa menhadapinya.

Suatu kali, aku kecewa teramat sangat karena apa yang aku harapkan tidak terlaksana. Aku kembali bertanya pada Nya
“kenapa Rabb.. kenapa semua jadi seperti ini...?”
Lalu Allah menjawabnya dengan penuh kecintaan pada seorang hamba Nya yang tidak bosan mempertanyakan banyak hal
“Ami.. apakah semua yang kamu inginkan harus Aku penuhi? Lalu bagaimana kamu akan belajar tentang hidup. Hidup ini perlu banyak pemaknaan sayang.. Bukan hanya kebahagiaan yang ingin Aku ajarkan padamu..tapi juga kesedihan, kekecewaan.. Agar kamu pham betul bagaimana memaknai hidup ini, lalu mengajarkan dan berbagi dengan yang lain. Agar kamu bisa merasakan yang orang lain rasakan. Karena sesungguhnya, kalian, umat muslim adalah satu. Percayalah, pada dasarnya kebahagiaan ada di dirimu, tinggal bagaimana kamu memaknai itu semua. Ikhlaslah wahai hamba Ku.. aku tidak akan memberikan ujian diluar kesanggupanmu. Karena Aku Rabbmu, Aku penciptamu, dan Aku paham bagaimana kamu.

Dari semua jawaban Nya, aku menjawab “Baik Allahku, aku ikhlas dan Insya Allah paham atas semua kehendak Mu”

Sahabatku, sesungguhnya Allah selalu bicara pada kita..
Tapi.. Allah bicara dengan bahasa Nya
Bahasa yang hanya bisa ditangkap, diterima, dan dipahami oleh hati yang lembut..
Yaitu hati yang ikhlas dan paham bahwa pasti ada hikmah dibalik setiap  peristiwa
Hati yang merindu Nya
Hati yang dapat menstimulus kelenjar air mata untuk selalu menangis dihadapan Nya

Bolehkah aku bertanya?
Pernahkah sahabat ingin sekali menangis di hadapan Nya tapi tidak sedikit pun air mata yang keluar?
Suatu kali seorang Ustad pernah berkata:
“jika kamu tidak bisa menangis dihadapan Nya ketika berdoa, menangislah karena kamu tidak bisa menangis”
Tidak keluarnya air mata ketika bermunajat kepada Nya adalah salah satu indikasi kerasnya hati.
Ketika hati keras, jangankan untuk menangkap, menerima apalagi memahami bahasa Nya, untuk merasakan kehadiran Nya saja akan sulit.
Untuk itu, wahai sahabatku..
Mintalah hati yang lembut pada Nya, Allah SWT, Allah kita yang Maha Lembut
Agar kita bisa
Melihat dalam gelap..
Merasakan dalam diam..
Dan..
Mendengar dalam kebisuan..

Semoga kita selalu saling mengingatkan dan menguatkan
semoga bermanfaat :)

Sunday, February 13, 2011

Cinta atau ‘cinta’? *makan tu ‘cinta’…!!!!

sebenernya ini repost dari poastingan di fb gw.

Sebelumnya saia mohon maaf kalo ada yang tersindir atau tersinggung karena note ini. ‘ter’ berarti sebuah ketidaksengajaan. Ok!?

Note ini adalah ekspresi kegundahan, kegelisahan, kebodohan (mungkin), dan ketidakberdayaan gw melihat beberapa fenomena yang terjadi akhir-akhir ini di lingkungan terdekat gw.

Sedih..kesel..sebel..semuanya bercampur..dan yang paling nyiksa adalah perasaan useless ditengah-tengah kejadian akhir-akhir ini.
Eh,,maaf juga klo ada yang ga nyaman sama judul apalagi isi note ini.. juga dengan pilihan bahasa yang saia gunakan,, ceritanya gw lg jadi ami yg SMA. *ga mang ami yang sma gmn?!biasa aja perasaan
Note ini berangkat dari sebuah kejadian yang ngbuat gw shock setengah mati (lebay). Ampun2an.. pas dengar cuma bisa Istigfar..Astagfirullah…hampir pingsan…pngen teriak..untung inget lg di Plasma,,tempat umum..
Eh,,udah kbanyakan intronya,,

Bismillah…
“karena gw cinta ma dia..gw mau nglakuin apa aja buat dia”
Kata2 yang pasti ga asing didenger oleh kaum muda-mudi yang katanya sii lagi mabuk asmara. Cih!!coba pertanyakan lagi itukah yang namanya cinta?!
Saudaraku..

Gw rasa semua pasti setuju bahwa cinta itu datangnya dari Sang Maha Mencintai dan Dicintai.. Allah SWT. Karena memang Dia-lah sumber dari segala sumber.
“Dan diantara tanda-tanda (kebesaran) Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan saying. Sungguh, yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”. QS. Ar-Rum:21

Allah ga pernah sekalipun nglarang kita untuk jatuh cinta, mencintai dan dicintai..justru Dia sangat menganjurkan kita untuk saling mencintai sesama manusia.

Tapi..cinta yang kaya gimana dulu nih?!
Yang rela nglakuin apa aja buat ‘pasangan’ yang notabenenya belum halal?!
Rela memberikan apapun termasuk ‘kehormatan’ kepada orang yang terlalu banyak ngumbar janji palsu?!
Atau cinta yang secara tidak langsung membiarkan kita ‘menikmati’ kesakitan dan ngbuat jauh dari Nya??!
Cinta yang ngbuat si pecinta sangat ketergantungan sama pasangannya??!
Cinta yang ngbuat sii pecinta memilih untuk mengakhiri hidup a.k.a bunuh diri pas kehilangan ‘pasangan’nya?

Astagfirullah…sempit bgt sii makna ‘cinta’,,cuma sampe sebatas itu?!
Ya,,yg kaya gw bilang diatas tadi,,Allah ga pernah nglarang kita untuk jatuh cinta,,tp Allah melarang kita untuk mendekati zina (Mbaku,2009).
Lantas,,klo ‘cinta’ yang dimaksud justru membawa kita mendekati zina..masih pantaskah itu disebut cinta??
Cinta yang justru ngbuat kita jauh dari yang memberi kita cinta tersebut.
Cinta apa nafsu??

Sungguh, Allah memang menurunkan Al Qur’an dan Hadits untuk hamba Nya yang berfikir. Kalimat simple yang sarat makna mengenai cinta dan mendekati zina.
Haaah…siapalah saya bisa menafsirkan Surat Cinta Allah yang begitu indah.
Sahabatku..

Yuk,,coba analisis ulang lagi cinta seperti apakah yang sekarang sedang ‘dipelihara’?!

Klo boleh mengutip ungkapannya Pak Anis Mata,,cinta itu berhierarki.
Berhierarki? (klo gw g salah kurang lebih begini,,maaf luping):
Cinta kita kepada manusia haruslah bersumber karena kesholehannya, kesholehannya itu sudah pasti karena Ia mencontoh Rasulullah Saw, Rasulullah Saw kan kekasihnya Allah..it means kita mencintai Allah SWT. Karena memang seharusnya Dia-lah muara cinta kita.

*eh,,aduh apa terbalik ya hierarkinya,,klo ada yang salah harap dikoreksi..
Cinta itu lumrah kok,,fitrahnya manusia,,yang ga lumrah adalah ketika kita menyikapinya dengan berlebihan,,tidak sesuai dengan yang Allah maksudkan.
*dan setiap orang berhak punya masa lalu,,yang terpenting adalah bagaimana masa sekarang dan masa depan kelak.

“Walal akhirotu khoirulaka minal uula.. dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan”. QS. Ad-Dhuha:4.

Wallahu’alam biishawab
Sekali lagi gw minta maaf banget klo ada yang kurang berkenan dari kata-kata gw,,
beneran,,pun dengan gw nulis note ini sama sekali ga berarti gw lebih baik dari siapapun,,bahkan mungkin gw jauh lebih tidak baik dari yang lain. Sekali lagi ini cuma sebuah ekspresi melihat yang terjadi akhir2 ini.
Buat sahabat-sahabat gw tersayang…
Sayang kalian karena Allah SWT..

Thursday, September 30, 2010

diagram venn kehidupan...

diagram venn kehidupan...
Ahir-ahir ini sering banget kepikiran tentang irisan-irisan hidup. Klo ga salah inget, istilah irisan ini ada di pelajaran metematika, tapi lupa kelas berapa. klo bahasa matematikanya mah (klo ga salah ini juga) irisan itu terjadi ketika kedua lingkaran punya anggota yang sama. Bener kan ya? Nah, irisan yang dimaksud disini adalah irisan hidup. Lingkaran-lingkaran di diagram venn itu dianalogiin sebagai lingkaran hidup kita..
setiap kita pasti punya kehidupan masing-masing dengan cerita yang masing-masing juga. punya lingkarannya masing-masing, dimana dilingkaran tersebut, masing-masing kita-lah yang menjadi aktor utama. bukan yang lain! “jadilah aktor utama dikehidupanmu” kata seorang teman. tidak perlu munafik atau berpura-pura agar tidak dicap buruk. jujur pada diri sendiri adalah sebuah kemuliaan karena pada dasarnya hati akan mengingatkan kita tentang fitrah seorang makhluk ciptaan Nya. yang terpenting adalah terus berproses untuk menjadi manusia holistik. klo di mata kuliah pendidikan holistic, manusia holistic diartikan sebagai seorang manusia pembelajar sejati (life-long learner) yang selalu menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari sebuah sistem kehidupan yang luas, sehingga selalu memberikan kontribusi positif (added value atau beramal soleh) kepada lingkungan hidupnya. ia juga memiliki kesadaran tentang hubungannya dengan Rabb-nya yang merupakan tujuan akhir dari semua kehidupan manusia di dunia. *hehe...efek baru uts penhol gini nih, masih apal ceritanya. Nah, klo di mata kuliah pendidikan orang dewasa, bahasanya, manusia akan terus berproses menjadi ‘aku’ hingga akhir hidupnya..itulah manusia dewasa.
eh, balik ke diagram venn tadi..
sering kepikiran, gimana ya nanti klo pisah sama orang-orang yang sekarang lagi beririsan lingkaran hidupnya sama gw. mikirin pisahnya aja udah sedih banget..apalagi klo sampe kejadian. lagi sayang-sayangnya sama orang disekitar. tapi setiap kepikiran ini selalu keingetan, inilah yang dimaksud bahwa cepat atau lambat irisan hidup kita dengan orang-orang disekitar akan pisah. ga bakal bisa dipungkirin. mulai dari kita lahir...mungkin dulu kita beririsan dengan temen-temen kecil, tapi sekarang? terus ke SD, dulu pasti lingkaran hidup kita banyak beririsan dengan temen2 SD, main bareng..nangis bareng..tapi sekarang? lingkaran itu udah ga beririsan lagi. lanjut ke SMP..SMA..dan sekarang kuliah. sebentar lagi..kita lepas dari irisan-irisan ini.. tapi setiap mlepas irisan itu..kita pasti akan dipertemukan dengan irisan lain.. orang-orang yang datang dan pergi dikehidupan kita..
Irisan yang paling mungkin terjaga dan hanya akan terpisahkan oleh maut adalah irisan hidup kita dengan keluarga. Mama...Ayah..Kakak...Adik... irisan inilah yang ga akan terpisah kecuali maut yang memisahkan. tapi...sadarkah kita bahwa tetap saja irisan ini akan terpisah. cepat atau lambat.. mau atau tidak. kenapa? karena memang irisan hidup kita tidak akan pernah bersatu abadi dengan irisan hidup seorang manusiapun, kecuali dengan Yang 1,Allah SWT. cuma dengan Allah, irisan kita akan terus teriris bahkan hingga kehidupan setelah kematian.
Jadi, nikmatilah diagram venn kehidupan kita sekarang dengan orang-orang disekitar, berusaha memberikan yang terbaik (walau mungkin hanya sebuah senyum) karena cepat atau lambat, irisan itu akan terpisah. dan yang terpenting..nikmati dan sadarilah irisan hidup kita dengan Sang Pencipta..karena ketika irisan kita dengan Allah SWT berlangsung baik, maka akan baik juga hubungan irisan kita dengan makhluk Nya yang lain..
Ehia,,jangan lupa berdoa dan meminta kepada Nya untuk mengiriskan kembali hidup kita dengan orang-orang terkasih di Surga Nya kelak.. karena disana..irisan kita akan teriris abadi!! a b a d i !!